Para pemulung termasuk orang-orang yang paling rentan. Pekerjaan mereka memang sudah berbahaya dan rentan terhadap virus corona, tetapi mereka harus tetap bekerja mengumpulkan sampah untuk bertahan hidup.

Pemerintah telah memberlakukan karantina wilayah untuk berbagai bisnis, sehingga sampah di jalanan, sekolah, toko, dan mal berkurang. Namun, kini sampah di area permukiman lebih banyak, karena orang-orang menggunakan layanan antar daring. Masalahnya, para pemulung dan pengangkut sampah tidak dapat menjual sampah mereka karena perusahaan daur ulang tutup.

Untungnya, ada solusi untuk masalah sulit ini. Masyarakat telah menerima sumbangan makanan dari beberapa organisasi. Sumbangan ini sangat dibutuhkan. Donasi tersebut meliputi beras, telur, daging kaleng, dan mi instan.

Masyarakat bersyukur dan berterima kasih atas apa yang telah mereka terima di masa sulit ini. Donasi Anda yang murah hati akan membantu kami dan mereka, membantu anak-anak dan keluarga mereka mendapatkan sesuatu untuk melawan virus ini.
